Berita Kilau Indonesia

Informasi terbaru mengenai program kami dan kegiatan sosial yang kami lakukan untuk masyarakat.

Kenali Lazy Eye Bareng FIKes UNSAP

  • Kilau Indonesia

<p class="ql-align-justify"><strong>Lazy eye atau ambliopia </strong>merupakan gangguan perkembangan penglihatan yang membuat kemampuan melihat salah satu mata tidak berkembang secara optimal. Kondisi ini umumnya mulai terjadi sejak masa kanak-kanak dan sering kali tidak langsung disadari karena anak masih dapat melihat dengan mengandalkan mata yang lebih kuat.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko lazy eye, seperti <strong>mata juling</strong> atau adanya perbedaan ukuran minus maupun plus yang cukup jauh antara kedua mata. Anak juga dapat menunjukkan tanda seperti sering memiringkan kepala, menutup salah satu mata ketika melihat, sulit memperkirakan jarak, atau tampak kesulitan melihat objek tertentu.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Karena anak belum tentu menyadari adanya gangguan pada penglihatannya, <strong>pemeriksaan mata sejak dini menjadi penting</strong>. Semakin cepat kondisi ditemukan, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan sesuai dengan penyebab dan kondisi masing-masing.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><img src="/storage/uploads/1787729703.png"></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Edukasi mengenai kesehatan mata tersebut turut hadir dalam <strong>Aksi Berbagi Sehat Kilau Indonesia</strong> yang dilaksanakan di <strong>Dusun Kareumbi, Desa Margalaksana, Senin, 24 Agustus 2026,</strong> bersama <strong>UPTD Puskesmas Sumedang Selatan</strong> dan <strong>FIKes UNSAP</strong>. Sebanyak <strong>38 penerima manfaat </strong>mengikuti pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan mata.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Selain mata, layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan fisik, <em>gigi </em>dan <em>mulut</em>, <em>gula darah</em>, <em>asam urat</em>, <em>konsultasi kesehatan</em>, serta <em>pemberian obat</em>. Dari pemeriksaan sederhana, gangguan penglihatan yang mungkin selama ini tidak disadari dapat mulai dikenali dan ditindaklanjuti.</p>