Berita Kilau Indonesia

Informasi terbaru mengenai program kami dan kegiatan sosial yang kami lakukan untuk masyarakat.

Kabar Baiknya Azkiya Aktif Bergerak, Usia 6 Tahun yang Tidak Mudah Bagi Cerebral Palsy

  • Kilau Indonesia

<p class="ql-align-justify">Usianya baru enam tahun, tetapi Azkiya belakangan ini semakin sulit diam. Ia mulai lebih lincah bergerak dan punya keinginan besar untuk bermain. Di sela aktivitasnya, sang ibu tetap memperhatikan setiap gerakan Azkiya sambil berjualan kerupuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Azkiya merupakan anak dengan <em>cerebral palsy</em> yang sudah memasuki tahun kedua dalam pendampingan <strong>Kilau Indonesia</strong>. Pada <strong>11 Agustus 2026</strong>, Kilau Indonesia menyalurkan bantuan kesehatan untuk Azkiya. Seiring waktu, respons <em>motorik</em>nya mulai menunjukkan perkembangan yang baik. Gerakannya semakin aktif dan respons yang ditunjukkannya juga semakin terlihat.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Bagi sang ibu, menjaga Azkiya yang kini semakin aktif tentu menjadi kesibukan tersendiri. Sambil berjualan, ia harus tetap memastikan Azkiya berada dalam pengawasannya. Aktivitas sederhana seperti bermain dan bergerak kini mulai memenuhi keseharian Azkiya, membuat sang ibu harus terus menyesuaikan diri dengan perkembangannya.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><img src="/storage/uploads/1786688696.png"></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Perubahan itu datang perlahan. Bukan hanya dari gerakan yang semakin lincah, tetapi juga dari keinginan Azkiya untuk <em>mengeksplorasi</em> apa yang ada di sekitarnya. Hal-hal yang mungkin terlihat sederhana menjadi bagian penting dari proses tumbuhnya sebagai seorang anak.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Dua tahun pendampingan Kilau menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Sementara Azkiya terus bertumbuh dengan caranya sendiri, sang ibu tetap menjalani hari di antara dagangan kerupuk dan perhatian yang tidak pernah jauh dari putrinya. Sedikit demi sedikit, gerakan yang dulu dinantikan kini mulai menjadi bagian dari keseharian Azkiya.</p>