Setiap Hari, Saya Belajar Kuat dari Anak Saya
<p class="ql-align-justify"><em>Pagi bagi orang lain mungkin dimulai dengan secangkir kopi hangat. Tapi pagi bagi saya dimulai dengan memastikan Ainiya masih bernapas dengan tenang.</em></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Saya Neni, ibu dari Ainiya. Sejak kecil, bahkan sejak usianya baru beberapa bulan, hidup anak saya tidak pernah benar-benar mudah. Panas tinggi waktu itu jadi awal semuanya. Sejak saat itu, satu per satu kenyataan harus kami terima: <a href="https://home.kilauindonesia.org/berita/Anak-13-Tahun-Berjuang-Jalani-Kontrol-ke-RSHS-Bandung" target="_blank">cerebral palsy</a>, <a href="https://www.tiktok.com/@kilauonline/video/7602605167439056148?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7383903573882947088" target="_blank">epilepsi</a>, dan kondisi tubuhnya yang lemah karena kekurangan gizi.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Saya masih ingat betul, bagaimana saya dulu menangis diam-diam di dapur. Bukan karena saya tidak kuat, tapi karena saya tidak tahu harus mulai dari mana. Ainiya tidak pernah meminta dilahirkan seperti ini. Tapi setiap hari, dia bangun dengan caranya sendiri untuk bertahan. Kadang hanya dengan tatapan mata. Kadang dengan senyum kecil yang bagi orang lain mungkin biasa saja, tapi bagi saya, itu seperti hadiah terbesar di dunia.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><img style="max-width:100%; height:auto;" src="/storage/uploads/1775631681.jpg"></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><em>Saya tidak bekerja. Waktu saya habis untuk merawat Ainiya. Menyuapi, memandikan, menggendong, menenangkan saat kejang datang tiba-tiba. Semua saya lakukan, karena dia adalah anak saya. Dunia saya.</em></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Suami saya? Dia tidak pernah mengeluh. Pagi-pagi sekali dia sudah pergi. Kadang ke kandang ayam, kadang membantu orang, kadang entah kerja apa lagi yang bisa dia lakukan hari itu. Pulangnya tidak tentu, penghasilannya juga tidak pasti. Tapi saya tahu, setiap langkahnya adalah untuk kami.</p><p class="ql-align-justify">Untuk Ainiya.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Ada hari-hari di mana kami harus memilih: beli obat atau beli makan yang lebih bergizi. Dan sering kali, kami hanya bisa berharap ada cukup untuk keduanya. Saya hanya ingin Ainiya bisa terus bertahan. Bisa mendapatkan <a href="https://www.tiktok.com/@kilauonline/video/7548814056422001941?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7383903573882947088" target="_blank">gizi</a> yang cukup. Bisa menjalani hari-harinya dengan lebih nyaman.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><strong>Pada 6 April 2026, Kilau Indonesia kembali memberikan bantuan tunai untuk Ainiya sebagai bantuan bulanan</strong>. Bantuan ini menjadi penguat bagi kami untuk terus melangkah, sekaligus menjadi bukti bahwa masih ada sahabat-sahabat baik yang peduli pada perjuangan anak saya. Dari hati yang paling dalam, kami mengucapkan terima kasih. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi jalan harapan bagi Ainiya untuk terus bertahan dan tersenyum menjalani hari-harinya.</p>