Berita Kilau Indonesia

Informasi terbaru mengenai program kami dan kegiatan sosial yang kami lakukan untuk masyarakat.

Mengenal Diabetes, Penyakit yang Sering Datang Tidak Terduga

  • Kilau Indonesia

<p class="ql-align-justify"><img src="/storage/uploads/1780983968.jpg"></p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak memproduksi <a href="https://home.kilauindonesia.org/berita/Kilau-Layani-45-Warga-pada-Kegiatan-Berbagi-Sehat-di-Rancakalong,-Sumedang" target="_blank">insulin</a> dalam jumlah cukup, atau ketika insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan secara efektif. Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat. Bila tidak terkendali, kondisi ini dapat merusak berbagai sistem tubuh, terutama pembuluh darah dan saraf. Karena itu, diabetes bukan sekadar soal gula tinggi, melainkan penyakit yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang. </p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Dalam kehidupan sehari hari, <a href="https://home.kilauindonesia.org/berita/Pentingnya-Cek-Kesehatan-Berkala-untuk-Deteksi-Dini-Risiko-Penyakit" target="_blank">diabetes</a> sering dikenal sebagai penyakit yang berkembang perlahan. Banyak orang baru menyadari kondisinya setelah keluhan mulai terasa mengganggu. Gejala yang umum antara lain sering haus, sering buang air kecil, mudah lapar, cepat lelah, berat badan turun tanpa sebab jelas, penglihatan kabur, hingga luka yang sulit sembuh. Pada beberapa orang, tanda tandanya tampak ringan sehingga kerap diabaikan, padahal deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Jenis diabetes yang paling banyak dijumpai adalah diabetes tipe 2. Risikonya meningkat pada orang yang memiliki berat badan berlebih, jarang bergerak, mempunyai riwayat keluarga dengan diabetes, atau bertambah usia. Selain itu, prediabetes juga perlu diwaspadai karena merupakan kondisi ketika <a href="https://home.kilauindonesia.org/berita/Gula-Darah-dan-Kolesterol-Saling-Berkaitan,-Risiko-Penyakit-Jantung-Tak-Bisa-Diabaikan" target="_blank">gula darah</a> sudah lebih tinggi dari normal, tetapi belum sampai masuk kategori diabetes. Meski tampak belum berat, fase ini justru menjadi alarm penting bahwa perubahan gaya hidup perlu segera dilakukan. </p><p class="ql-align-justify"><br></p><h2 class="ql-align-justify"><strong>Diabetes Sering Tidak Dirasa di Awal Gejala</strong></h2><p class="ql-align-justify">Yang membuat diabetes berbahaya adalah sifatnya yang sering tidak terasa di awal, tetapi dampaknya dapat serius bila dibiarkan. Gula darah yang terus tinggi bisa memicu gangguan pada jantung, ginjal, mata, saraf, dan sirkulasi darah. Itulah sebabnya masyarakat perlu memahami bahwa mencegah diabetes jauh lebih baik daripada menunggu sampai komplikasi muncul. Menjaga pola makan seimbang, aktif bergerak, mempertahankan berat badan sehat, dan rutin memeriksa gula darah merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko.</p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify"><img src="/storage/uploads/1780983986.jpg"></p><p class="ql-align-justify"> </p><p class="ql-align-justify">Kesadaran untuk mengenali diabetes harus dibangun sejak sekarang. Penyakit ini tidak selalu menyerang orang yang tampak sakit, karena banyak kasus berkembang tanpa gejala yang mencolok. Edukasi, pemeriksaan berkala, dan kepedulian terhadap tanda tanda awal menjadi kunci agar masyarakat tidak datang berobat saat kondisi sudah terlambat. Dengan pengetahuan yang cukup, diabetes bisa dicegah, dikendalikan, dan dihadapi dengan lebih baik. </p><p class="ql-align-justify"><br></p><p class="ql-align-justify">Sebagai bagian kecil dari upaya membangun kesadaran itu, pada Kamis, 4 Juni 2026, Kilau Indonesia melaksanakan kegiatan Aksi Berbagi Sehat bekerja sama dengan Puskesmas Margadadi di Pos Anggrek, Kelurahan Paoman, Indramayu. Kegiatan ini memberikan manfaat kepada 32 orang melalui screening diabetes, konsultasi kesehatan, dan pengobatan, dengan dukungan Ibu Tina Sutina, S.Kep., Ners. Kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa pemeriksaan sederhana dapat menjadi langkah awal yang sangat berarti untuk mengenali risiko diabetes lebih dini.</p>